BEM UI Minta Big Data Dibuka, Luhut Ogah Beberkan: Apa Kewajiban Saya Mempertanggung Jawabkannya?

BEM UI Minta Big Data Dibuka, Luhut Ogah Beberkan: Apa Kewajiban Saya Mempertanggung Jawabkannya?

LA
Lilis Adilah

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini.id, Jakarta – Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) menuntut Menko Marves, Luhut Binsar Pandjaitan utnuk segera membuka big data 110 juta pengguna media sosial yang menyetujui penundaan pemilu 2024 dan perpanjangan masa jabatan presiden.

Menanggapi desakan mahasiswa soal big data, Luhut memberikan jawaban yang tidak diharapkan yakni mengatakan apa kewajibannya harus menyampaikan masalah big data itu kepada mahasiswa dan publik.

BEM UI meminta kepada Luhut untuk menunjukkan ke publik mengenai big data itu sebagai bukti dari perkataan Luhut yang menganggap banyak yang setuju dengan penundaan pemilu 2024.

“Saya sependapat pak mungkin kita beda pendapat dalam demokrasi, tapi bapak pejabat publik. Bapak harus mempertanggungjawabkan big data itu kepada kita semua”, kata Mahasiswa dalam video yang beredar di media sosial Twitter, dilihat pada, Selasa 12 April 2022.

BEM UI Minta Big Data Dibuka, Luhut Ogah Beberkan: Apa Kewajiban Saya Mempertanggung Jawabkannya?

Tuntutan mahasiswa soal big data itupun direspon Luhut dengan menyebut dia tidak memiliki kewajiban sama sekali untuk menunjukkan big data itu.

“Apa kewajiban saya mempertanggungjawabkan saya punya big data sama kalian?”, tanya Luhut.

Luhut menyebut bahwa mahasiswa berasumsi jika tiga periode itu mendapat dukungan dari elite politik, padahal menurut Luhut, presiden sendiri telah mengatakan bahwa pemilu akan dilaksanakan pada April 2024.

Namun, pernyataan Luhut dibantah mahasiswa dengan menyebut bahwa asumsi yang timbul di masyarakat terkait elite politik mendukung wacana tiga periode disebabkan karena tidak ada kejelasan dari istana.

“Asumsi itu hadir karena ketidakjelasan dari istana”, kata mahasiswa.

Luhut kembali menegaskan bahwa tidak ada penundaan pemilu dan istana dalam hal ini Presiden Jokowi telah menyampaikan bahwa tidak ada penundaan pemilu 2024.

“Presiden sudah bilang pemilu tetap tanggal 14 Februari 2024”, kata Luhut.

Kendati demikian, mahasiswa BEM UI tetap menuntut Luhut untuk menunjukkan big data yang ia maksud dan atas kehendak siapa big data itu.

“Jadi apakah benar big data itu disampaikan atas keinginan siapa gitu pak, kami ingin tau jabawan tegas hari ini”, kata mahasiswa.

Luhut mengklaim big data itu murni dari dirinya dan tidak ada orang lain dibalik gagasan big data itu.

“Saya bilang saya yang ngomong nggak ada yang lain. Tidak saya hanya nyampaikan ada data begini, kalau sepakat dan saya tidak sepakat kita boleh beda pendapat kan”, kata Luhut.

Diketahui, desakan BEM UI untuk Luhut membuka big data itu tidak membuahkan hasil karena seperti dilihat dalam video, Luhut bersikeras untuk tidak membuka big data yang ia maksud.