Terkini, Makassar - Komisi Pemilihan Umum Provinsi Sulawesi Selatan (KPU Sulsel) mengklaim telah merampungkan proses pencocokan dan penelitian (coklit) calon pemilih di 24 kabupaten/kota di Sulsel.
KPU di 24 kabupaten/kota hanya butuh 19 hari untuk merampungkan proses tersebut yang dimulai pada 25 Juni lalu. Namun, hasil coklit tersebut akan dicek kembali untuk menentukan jumlah pemilih di Sulawesi Selatan.
Anggota KPU Sulsel Romy Harminto mengatakan proses coklit telah rampung pada Sabtu 13 Juli sekitar pukul 21.00 Wita.
“Ini terbilang cepat, padahal petugas pemutakhiran data pemilih atau pantarlih diberikan waktu untuk coklit sampai 24 Juli,” kata Romy.
Total jumlah pemilih yang telah dicoklit oleh Pantarlih sebanyak 6.697.953 jiwa. Dari data itu akan dibagi ke 14.342 TPS di 24 Kabupaten/kota se-Sulsel.
Meskipun KPU mengklaim sudah tuntas, Komisioner Bawaslu Sulsel, Saiful Jihad menyebut, jika KPU ingin mempercepat proses Coklit pada aplikasi, namun faktanya itu belum tuntas 100 persen.
"Tapi ini bukan berarti tidak ada lagi Coklit," kata Saiful Jihad.
Pihak Bawaslu menemukan banyak kejanggalan dalam proses Coklit, terutama adanya pemilih sudah meninggal dunia, tapi Pantalih tidak mengeluarkan dari DPS.
"Pemilih meninggal masih MS (memenuhi Syarat) karena tidak ada akta kematian, jadi kita koordinasi dengan pihak Dukcapil yang berwenang membuat akta kematian, karena akta kematian menjadi dasar untuk di TMS kan," ujarnya.
Pemilih yang tidak dikenal atau tidak ada di rumahnya juga banyak ditemukan namun Pantarlih tetap anggap mereka sudah Coklit.
"Ada beberapa teman-teman petugas Coklit, lalu tidak ada orangnya dia tetap MS kan. Dengan alasan tidak ditemui, ini banyak kejadian, seperti Makassar secepat itu dia selesai karena modelnya seperti itu (Tetap Coklit tanpa ada orang), terutama yang ada di perumahan," ujarnya.
Dengan adanya seperti itu, Bawaslu meminta kembali melakukan proses Coklit karena waktunya masih ada beberapa hari sampai tanggal 24 Juli 2024.
"Jadi kami sudah meminta untuk melakukan Coklit lagi dan sudah beberapa yang memperbaikinya," ujarnya.
Saiful Jihad menyebutkan di Sinjai pihaknya menerima orang yang melakukan Coklit bukan yang diberikan amanah, tapi orang lain. "Teman-Teman di Sinjai juga sudah meminta untuk melakukan Coklit ulang," jelasnya.









