Terkini.id, Makasar – Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Makassar mengharapkan kelurahan memaksimalkan anggaran tahun 2020.
Karena dana kelurahan di Kota Makassar pada tahun ini terbilang besar. Totalnya mencapai Rp 452 juta untuk setiap kelurahan.
Dana kelurahan pada 2020 di Makassar bertambah karena ada anggaran dari APBN sebesar Rp 352 juta, dan tambahan APBD sebesar Rp 100 juta per kelurahan.
Kepala Bappeda Kota Makassar Andi Khadija Iriani, meminta agar dana kelurahan bisa memaksimalkan anggaran ini. Tidak ada lagi alasan untuk tidak menjalankan program seperti tahun 2019.
"Manfaatkan dana kelurahan ini dengan baik, seefektif dan seefisien mungkin untuk kebutuhan masyarakat," tegas Iriani, 22 Januari 2020.
Menurut dia, penggunaan dana kelurahan bisa melalui dua cara. Pembangunan infrastruktur dan pemberdayaan masyarakat. Pemberdayaan yang dimaksud adalah peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Contohnya memberikan pelatihan kerajinan tangan. Sehingga menambah jumlah tenaga kerja. Untuk pembangunan infrastruktur bisa dilakukan perbaikan jalan anggarannya tidak terlalu besar.
Lurah sebagai pengelola dana kelurahan sudah bisa berpedoman pada Permendagri 130/2018 tentang Kegiatan Pembangunan Sarana dan Prasarana Kelurahan dan Pemberdayaan Masyarakat di Kelurahan.
"Jelas sekali disitu, sudah ada juga perwalinya, juknisnya, dan apa yang harus kita lakukan,” ungkap Iriani.
Dinas PU dan Bappeda sudah memberikan lembaran panduan yang tinggal diisi. Namun tahun lalu cuma 30 persen anggaran kelurahan yang terserap.










