Bantuan Dikembalikan Warga Jateng, Ganjar Pranowo: Mungkin Saya Salah

Bantuan Dikembalikan Warga Jateng, Ganjar Pranowo: Mungkin Saya Salah

Raja Ade Romania

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini.id, Jakarta - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, menerima pengembalian bantuan dari seorang warga Temanggung, Jawa Tengah, yakni Fajar Nugroho.

Awalnya Ganjar pun tak menyangka, jika bantuan tersebut ditolak setelah tiga hari kedatangannya. Namun, ia mengakui jika penolakan itu terjadi akibat kesalahannya sendiri.

"Saat itu ya baik-baik saja dan diterima dengan baik. Tapi ternyata kemudian beliau ndak berkenan. Ya kalau Mas Fajar menolak tidak apa, mungkin saya yang salah," kata Ganjar, di pemberian bantuan di Magelang, Jawa Tengah, Jumat 14 Januari 2022.

Selain itu, Ganjar menjelaskan jika ia mengenal sosok Fajar pertama kali saat kampanye Pemilihan Presiden 2019. Sebab Fajar merupakan pendukung dari pasangan Jokowi-Ma'ruf. Fajar bahkan rela hingga dipukuli anggota ormas.

Kemudian, Fajar dan kawan-kawannya mendatangi rumah dinas Gubernur Jateng, di Puri Gedeh, Semarang. Peristiwa tiga tahun silam itu masih diingat Ganjar, sehingga orang nomor satu di Jateng itu berupaya mencari kembali informasi perihal Fajar dan rekannya yang lain.

"Saya mengenal Mas Fajar itu Jokower. Jadi dulu mas Fajar ini pernah datang ke rumah saya bersama delapan orang temannya. Saat itu, demi menjaga suksesnya Jokowi-Ma'ruf, Fajar dan kawan-kawannya itu rela dipukuli," tutur Ganjar.

Dilansir Terkini.id via Medcom, Ganjar pun mencari tahu seluk beluk Fajar dan ia mendapat informasi jika kehidupan Fajar dan sejumlah temannya kurang berkecukupan.

Fajar bekerja di pabrik emping jagung, dan hanya memiliki rumah dari dinding kayu yang sudah rusak. Ia juga berulang kali mengajukan bantuan pembangunan ke pemerintah. Namun selalu ditolak, lantaran tanah tempatnya tinggal milik kas desa.

Usai mendapat informasi itu, Ganjar mengaku segera mengunjungi Fajar di Temanggung sembari melakukan kunjungan ke Magelang, Jateng. Dia menceritkan, kala itu Fakar telah menyambut Ganjar di depan jalan menuju rumahnya. Sementara istri dan anak Fajar menunggu di rumah.

Selanjutnya, Ganjar menyampaikan akan membantu memperbaiki rumah Fajar. Mendengar mendapat bantuan, kata Ganjar, Fajar tampak menyambut gembira.

Ganjar sempat meminta Fajar untuk meminta izin pihak keluarahan, karena tanah yang dia duduki milik kas desa. Saat itu, kata Ganjar, Fajar langsung menyanggupi untuk bertemu pihak kelurahan.

Adanya penolakan secara tiba-tiba, membuat Ganjar tak menyangka. "Saya datang ke rumah Mas Fajar untuk membantu. Saat itu ya baik-baik saja, diterima dengan baik," ucapnya.

Ganjar mengaku, penolakan bantuan itu baru terjadi kali ini. Lantaran, kata dia, sudah menjadi kebiasaan dirinya membantu sesama kader PDI Perjuangan.

Ia mengungkap, penolakan bantuan yang dilakukan Fajar tidak membuatnya berhenti memberi. Dia menerangkan, akan terus membantu sesama kader.

"Kalau kemudian tidak berkenan ya enggak apa-apa. Buat saya enggak ada soal singgung menyinggung. Yang penting, jangan sampai partai ditunggangi dan dipecah belah," tegasnya.