Terkini.id, Makassar - Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Peminatan Epidemiologi Angkatan 2018 Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar menggelar Webinar Nasional Kesehatan 2020.
Webinar tersebut dilaksanakan melalui aplikasi Zoom pada Sabtu, 26 Desember 2020.
Dalam kegiatan webinar bertemakan "Ubah Perspektif Negatif ke Positif terhadap ODHA dan Hentikan Diskriminasi" ini dibawakan oleh dua pembicara yaitu dr. Ham F. Susanto, M.Kes., Sp.KJ (Psikiater dan Konselor HIV RS Bhayangkara Makassar) dan Noor Alamsyah Syarifuddin, S.Sos. (Konselor Adiksi Monitoring-Evaluasi).
"Ini yang menjadi masalah yang selama ini kami alami di lapangan, notifikasi pasangan itu sangat sulit untuk kami mendapatkan informasi yang terbuka. Jadi, pasien yang konseling ke kami akan terbuka bahwa faktor risiko, sumber penularan, kemudian orang-orang yang tertular, tetapi nyatanya di lapangan, karena stigma dan diskriminasi yang terjadi di masyarakat sehingga banyak yang tidak terbuka. Kami kesulitan mendapatkan pasangan-pasangan pasien tersebut untuk kami melakukan pelacakan dengan pemeriksaan HIV," ujar dr. Ham F. Susanto, M.Kes., Sp.KJ selaku pemateri pertama.
Ia juga mengatakan bahwa masalah kesehatan itu adalah tanggung jawab masing-masing.
"Jadi, diri sendiri yang harus mengetahui level kesehatan kita yang ingin dicapai, karena itu perbanyak pengetahuan, perbanyak ilmu yang harus didapat supaya nanti bisa menjaga kesehatan masing-masing tanpa harus menyalahkan orang lain," tuturnya.
"Banyak yang terjadi kasus-kasus HIV mereka menyalahkan orang lain tanpa melihat dirinya sendiri yang bertanggung jawab terhadap hidupnya sendiri," lanjutnya.
Sementara pembicara kedua yakni Noor Alamsyah Syarifuddin, S.Sos mengungkapkan, seseorang yang bermasalah dengan HIV atau AIDS atau status kesehatan yang berisiko diketahui orang lain, harus betul-betul berbesar hati dan lebih bijaksana dalam melihat kondisi sosial yang terkadang belum paham bahaya terkait stigma tersebut.
"Kuatkan informasi dan edukasi kepada masyarakat itu hal yang sangat penting untuk saat ini kita lakukan," tegasnya.
Nur Mutiara Husnah Hidayatullah Bw selaku moderator menambahkan bahwa yang perlu dipahami bersama selain tentang upaya pencegahan yaitu hidup bersama ODHA adalah bukan hal yang harus ditakuti, karena penularannya justru terbatas.
Menurutnya, pemberian stigma atau cap buruk terhadap ODHA hanya akan membebani hidup ODHA juga hanya akan menghambat upaya pencegahan penularan virus.
"Mari kita stop stigma dan diskriminasi. Selain tidak membantu upaya pencegahan penularan virus, stigma dan diskriminasi adalah tindakan yang dapat melanggar hak asasi manusia. Jangan sampai stigma bertahun-tahun mengendap di belakang kepala kita sampai akhirnya tanpa sadar kita berperilaku diskriminatif terhadap ODHA," ungkapnya.
"Kenali virusnya, cegah penularannya. Dekati orangnya, jauhi virusnya," pungkasnya.
Citizen Reporter : Nisaul Khaeriyah










