Terkini.id, Makassar - Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Kota Makassar menggelar Dialog Publik dengan tema “Demokrasi, 10 Tahun Kepemimpinan Jokowi” di Warkop Nassami, Jalan Sultan Alauddin, Makassar, Senin, 24 Desember 2024.
Dialog tersebut menghadirkan Organisasi Kepemudaan Cipayung Plus Kota Makassar dalam hal ini, KAMMI sebagai Fasilitator Dialogis, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), dan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII).
Muh Imran selaku Ketua Umum KAMMI Makassar dalam sambutannya mengatakan, tujuan Dialog ini merupakan keresahan pribadi sebagai aktivis melihat demokrasi yang kemudian banyak hal yang perlu menjadi catatan ke depan, khususnya untuk kepemimpinan selanjutnya.
"Sehingga harapan dialog ini menjadi refleksi untuk catatan kepemimpinan jokowi 10 tahun,” ucapnya.
Kegiatan dialog yang dihadiri oleh aktivis KAMMI, HMI, IMM, dan PMII ini berlangsung lama dengan diskusi pro aktif antara pemantik dari perwakilan setiap pergerakan.
Nasruddin Ketua Bidang PKP PC IMM IMM Kota Makassar menyebutkan beberapa catatan dalam dialog tersebut, yakni sebagai berikut:
1. Kebebasan dan keterbatasan berpendapat dengan hadirnya UUD ITE membatasi aktivis
2. Kelemahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
3. Mahkamah Konstitusi yang tercederai.
4. Kemiskinan dari 7% menjadi 20 % pada masa kepemimpinan Jokowi.
5. Sektor kesehatan dimana setiap puskesmas yang tidak ada dokter yang bisa langsung menangani pasien.
“Ambil andil dalam setiap kebaikan,” pesan Nasruddin.
Aco Wahid selaku Ketua 2 PC PMII Kota Makassar dalam dialog tersebut memberikan suatu pengantar dengan kutipan dari bahasa Abraham Lincoln (Presiden Amerika Serikat ke 16).
"Pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat (government of the people, by the people, and for the people)," ujarnya.










