Terkini.id, Jakarta - Sejumlah akun dan aktivis NU meluruskan informasi yang beredar terkait pernyataan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas soal 'Kementerian Agama Hadiah untuk NU'.
Mereka menilai, pernyataan yang kontroversial dan menjadi ramai di media sosial itu videonya dipotong dan tidak diverifikasi oleh media.
"Padahal ceramah panjangnya begini bagus, sejarah diberikan konteks dan justru sangat inklusif. Intinya: Kementrian Agama untuk semua, melindungi semua. Tapi gara-gara video yang dipotong, lalu tidak diverifikasi oleh media, jadi ribut. Sabar nggih Gus Menteri," tulis aktivis muda NU Kalis Mardiasih.
Dalam video panjang yang dibagikan tersebut, Gus Yaqut memang memang membahas terkait sejarah terbentuknya Kementerian Agama, yang diwarnai perdebatan.
Sebagian menyebut, Kemenag itu hadiah untuk semua agama, dan sebagian lain menyebut itu hadiah untuk umat Islam. Dirinya pun menyampaikan bahwa Kemenag itu hadiah untuk NU.
Namun di akhir video, Yaqut menyampaikan konklusi bahwa Kemenag mewakili semua agama, dan meskipun mewakili semua agama itu tidak menghilangkan ke-NU-annya, tapi justru menegaskan sifat NU yang toleran dan terkenal paling moderat.
Sebelumnya, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas alias Gus Yaqut akhirnya memberikan klarifikasi terkait pernyataannya soal Kementerian Agama merupakan hadiah negara untuk Nahdlatul Ulama (NU).
Gus Yaqut mengatakan bahwa pernyataan itu disampaikannya di forum internal yang seharusnya tidak menjadi masalah.
Sebab, kata dia, ucapannya itu semata-mata untuk memantik semangat para santri dan pondok pesantren pada acara internal.
"Pertama, saya sampaikan di forum internal, intinya adalah memberi semangat kepada para santri dan pondok pesantren," ujar Gus Yaqut di Solo, Jawa Tengah, Senin (25/10).
Dia bahkan mengibaratkan pernyataannya seperti pasangan suami-istri yang mengatakan bahwa dunia milik berdua.
Itu sama, kira-kira ketika kalian semua ini dengan pasangannya masing-masing melihat rembulan di malam hari, (mengatakan) dunia ini milik kita berdua, yang lain cuma 'ngekos', salah enggak itu? Saya tanya salah enggak itu? Itu karena internal," kata dia.
Gus Yaqut memastikan bahwa Kemenag tidak hanya untuk NU.
Buktinya, ujar dia, Kemenag memberikan afirmasi kepada semua agama.
"Semuanya diberikan hak secara proporsional,” jelasnya.
Dia pun mengatakan bahwa ormas juga tidak hanya NU saja.
Menurutnya, di Kemenag ada dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah, yang itu merupakan kader Muhammadiyah.
“Ada juga irjen Kemenag yang bukan dari NU," kata Gus Yaqut.
Menurutnya, karakter dasar dan jati diri NU adalah terbuka dan inklusif.
NU hadir untuk memberikan dirinya bagi kepentingan dan maslahat yang lebih besar.
"Karena keterbukaan dan mengedepankan kemaslahatan itu sifat dasar NU," ungkap dia.
Sebelumnya, pernyataan Yaqut soal Kemenag adalah hadiah negara untuk NU mengundang berbagai reaksi di media sosial.
PBNU bahkan tak sepakat dengan apa yang disampaikan pria yang juga menjabat sebagai ketua Banser itu.
Sekjen PBNU Helmy Faishal Zaini dengan tegas menyatakan bahwa Indonesia merupakan milik semua orang.
Kementerian Agama, tegas Helmy, adalah milik semua agama di Indonesia.










