AXIS Token Milik Anang Hermansyah Anjlok Usai Dilarang Bappebti

AXIS Token Milik Anang Hermansyah Anjlok Usai Dilarang Bappebti

Resky Amaliah

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini.id, Jakarta - Beberapa hari ini ASIX token milik penyanyi sekaligus salah satu politikus Indonesia yaitu Anang Hermansyah menjadi sorotan publik.

Pasalnya Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) telah melarang token kripto ASIX milik Anang Hermansyah untuk diperdagangkan.

"Selamat siang, dapat kami sampaikan bahwa token ASIX dilarang untuk diperdagangkan karena tidak termasuk dalam 229 aset kripto yang boleh diperdagangkan dalam transaksi aset kripto di Indonesia sesuai Peraturan Bappebti Nomor 7 tahun 2020. Terima kasih," tulis Bappebti, seperti dikutip dari akun twitter resmi @infobappebti pada Jumat 11 Februari 2022.

Untuk diketahui, alasan Bappebti melarang token ASIX untuk diperdagangkan adalah karena token milik Anang Hermansyah tidak termasuk ke dalam 229 aset kripto yang boleh diperdagangkan dalam transaksi aset kripto di Indonesia.

Hal tersebut sesuai dengan Peraturan Bappebti Nomor 7 Tahun 2020 tentang Penetapan Daftar Aset Kripto yang Dapat Diperdagangkan di Pasar Fisik.

Melansir dari Viva.co.id, akibat dari pernyataan Bappebti membuat ASIX Token milik Anang menjadi anjlok hanya dalam waktu 24 jam terakhir. Dikabarkan ASIX token miliknya seketika turun 27,38 persen menjadi Rp0,06055052.

Menanggapi hal tersebut, Anang Hermansyah langsung memberikan klarifikasinya melalui sebuah postingan di Instagram miliknya.

Melalui unggah tersebut, Anang dengan tegas menjelaskan bahwa ASIX Token bukannya dilarang, tetapi belum bisa diperdagangkan.

"Selamat malam semua... Kami ingin menjelaskan dan menanggapi issue yang ada saat ini. ASIX Token bukan dilarang diperdagangkan namun belum bisa diperdagangkan Exchapter Kripto Indonesia" tulis Anang pada akun @ananghijau.

Anang juga mengatakan bahwa saat ini ASIX Token hanya bisa diakses dan diperjualbelikan di dex yang bernama Pancake Swap.

Anang berharap seluruh masyarakat yakin bahwa token miliknya dapat terus melaju pesat sebagai aset jangka panjang dari Indonesia.