Terkini, Makassar - Sebanyak 8 Pimpinan Kecamatan (Pincam) Partai Golkar Kota Makassar diberhentikan secara sepihak yang diduga dilakukan oleh Ketua DPD II Partai Golkar Makassar, Munafri Arifuddin.
Eks Pincam Rappocini, Andi Muhammad Azhar mengatakan, dirinya bersama 7 Pincam lainnya diberhentikan tanpa melalui mekanisme partai. Bahkan mereka tidak mengetahui alasan pemberhentian tersebut.
“Sampai sekarang kami tidak mengetahui apa alasan kami diberhentikan sebagai pincam,” ungkap Andi Muhammad, di Makassar, Jumat 27 September 2024.
Menurutnya, Pincam adalah dipilih berdasarkan hasil Musyawarah Cabang (Muscab), sehingga bila diberhentikan dan diganti harus melalui Muscablub dan jelas alasan pelanggaran yang dilakukan oleh 8 Pincam.
Olehnya itu, dia meminta Appi sapaan akrab Munafri Arifuddin untuk memberikan klarifikasi terkait pemberhentian 8 Pincam.
“Sebagai pimpinan partai yang baik, saya menunggu etika baik, pak Appi, supaya kami tahu apa dasarnya 8 Pincam diberhentikan. Karena kami tidak pernah menerima SP 1, 2 dan 3. Bahkan tidak ada surat pemberhentian,” ujarnya.
Azhar menambahkan, dirinya awalnya merupakan kader Partai NasDem Makassar, namun karena Appi memintanya untuk bergabung di Golkar, dia pun menyetujui untuk bergabung dan menjabat sebagai Pincam Rappocini.
"Awalnya Pak Appi minta saya bergabung di Golkar untuk membantunya di Pilwalkot 2020. Setelah memasuki Pilwalkot 2024, tiba-tiba kami mendengar kabar bahwa kami diberhentikan dan diganti, ini ada apa?" ucapnya.
Ditanya terkait 8 Pincam tersebut diduga mendukung kandidat lain di Pilwalkot Makassar, kata Andi Muhammad Azhar sampai hari ini mereka belum menentukan sikap mendukung siapa di Pilwalkot.
“Kalau dibilang kami mendukung kandidat lain, sampai hari ini kami belum menentukan sikap. Kami hanya menunggu itikad baik pak Appi untuk memberikan klarifikasi terkait pemberhentian,” ucapnya.










