Ancam Serang Pejabat Lain Usai Bom Rumah Menhan, Warga Afghanistan: Allahu Akbar, Matilah Taliban!

Ancam Serang Pejabat Lain Usai Bom Rumah Menhan, Warga Afghanistan: Allahu Akbar, Matilah Taliban!

Effendy Wongso

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini.id, Kabul - Ancam serang pejabat lain usai bom rumah menhan, warga Afghanistan: Allahu Akbar, matilah Taliban! Taliban secara tegas memperingatkan bakal menyerang lebih banyak pejabat Afghanistan setelah upaya mereka untuk membunuh Menteri Pertahanan (Menhan) Bismillah Mohammadi pada Selasa 3 Agustus 2021 lalu gagal.

Hal itu diungkapkan Juru bicara Taliban, Zabihullah Muhahid dalam keterangan resminya pasca bom meledak di rumah Menhan Bismillah Mohammadi. Ia mengatakan, serangan bom dan tembakan di rumah dinas Mohammadi di Ibu Kota Kabul itu hanya permulaan dari operasi balas dendam mereka.

“Serangan itu hanya permulaan dari operasi balas dendam terhadap lingkaran pemimpin pemerintahan Kabul yang memerintahkan menyerang dan mengebom berbagai daerah negara ini,” tegas Muhahid seperti dikutip AFP via CNNIndonesia, Kamis 5 Agustus 2021.

Seperti diketahui, serangan Taliban di dekat kediaman Mohammadi tersebut menewaskan setidaknya delapan orang. Insiden itu pun lantas menjadi perhatian luas lantaran terjadi di Zona Hijau. Zona Hijau yang dimaksud adalah rumah-rumah dinas pejabat dan sejumlah kedutaan besar negara asing berada.

Dilaporkan, bom pertama meledak pada Selasa 3 Agustus 2021 tengah malam. Mohammadi menjelaskan, serangan bom mobil bunuh diri itu menargetkan rumahnya.

Kurang dari dua jam setelah bom mobil itu, ledakan keras lainnya terdengar, diikuti dentuman lebih kecil dan serentetan tembakan.

Seorang sumber keamanan mengatakan, sekelompok orang juga menyerbu rumah salah seorang anggota parlemen. Dari sana, mereka menembaki rumah Mohammadi.

“Beberapa anggota parlemen sedang rapat di rumah anggota parlemen ini untuk membuat rencana melawan serangan Taliban di utara,” demikian ungkapnya sumber itu kepada AFP.

Ketika ledakan dan tembakan mengguncang kota, para warga turun ke jalan-jalan Kabul dan naik ke atap rumah sambil meneriakkan ‘Allahu Akbar’ dan ‘Matilah Taliban’ sebagai tanda mereka mendukung pasukan Afghanistan memerangi pemberontak.

Sehari setelah itu, ledakan kembali mengguncang ibu kota, tepatnya di dekat gedung intelijen Afghanistan. Kendati demikian, belum ada kelompok yang mengklaim sebagai dalang di balik ledakan itu, sejumlah pihak menduga serangan dilakukan Taliban.

Taliban memang terus menggencarkan serangannya setelah Amerika Serikat (AS) dan NATO menyatakan menarik pasukannya dari Afghanistan.

Taliban bahkan mengklaim sudah menguasai 90 persen wilayah Afghanistan. Namun, Afghanistan bersumpah akan merebut kembali daerah-daerah yang direbut milisi bersenjata itu.